Digital clock

Sabtu, 27 April 2013

KEBUDAYAAN INDONESIA MENGHADAPI ALAM MODERN


KEBUDAYAAN INDONESIA MENGHADAPI ALAM MODERN
tugas
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Nilai Mata Kuliah
Sejarah Kebudayaan Indonesia






Oleh Kelompok 9 :
Muhammad Iqbal Hikmatyar
Novia Indriyani
Mala Nopita Sari
Nurma Ningsih

UNIVERSITAS PAMULANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SASTRA INDONESIA
2012
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum.Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya dan makalah ini berjudul “Kebudayaan Indonesia Menghadapi Alam Modern”.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala urusan kita, Amin.



                                                                                                                                


Pamulang, Mei 2012

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.          Latar Belakang
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal dan budi manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.
Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Budaya juga memiliki arti sebagai suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termaksud sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan dan karya seni.
Bahasa sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Budaya juga merupakan suatu pola hidup menyeluruh, budaya bersifat kompleks, abstrak dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan prilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Ada yang mengatakan juga kebudayaan adalah bagian dari seni, tetapi sebenarnya kebudayaan itu melebihi dari seni itu sendiri karena kebudayaan meliputi sebuah jaringan kerja dalam kehidupan antar manusia kebudayaan itu mempengaruhi sikap dan perilaku manusia dengan kata lain semua manusia merupakan aktor kebudayaan karena manusia bertindak dalam lingkup kebudayaan.[1]
Dengan demikan dari semua definisi dapat dikatakan bahwa budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang tepat untuk dapat mengorganisasikan aktivitas seseorang dalam berprilaku dan juga bertutur antara satu daerah dengan daerah lain.[2]

1.2.          Tujuan
 Tujuan disusunya makalah ini adalah :
1.      Meninjau kronologi kebudayaan luar, baik kebudayaan timur maupun  kebudayaan barat terhadap budaya Indonesia.
2.      Menganalisa dampak kebudayaan luar terhadap kebudayaan Indonesia.

1.3. Rumusan Masalah
1.3.1. Kebudayaan Zaman Modern ?
1.3.2. Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Budaya Indonesia ?
1.3.3.  Kolaborasi budaya asli dan budaya modern ?
1.3.4. Dampak kebudayaan luar terhadap Kebudayaan Indonesia ?
                             




BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Kebudayaan Zaman Modern
Zaman modern lahir karena adanya globalisasi, yang telah membuat masyarakat dunia termasuk bangsa Indonesia yang harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya di pengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita, namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang amat penting, yaitu mengenai kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia.[3]
Menurut Simon Kimoni, “Setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran tetapi juga menurut Simon dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam hal ini, berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka, sehingga kita bisa lebih selektif dalam menyaring budaya-budaya yang masuk sehingga tidak merusak budaya kita yang sudah ada sebelumnya.[4]
Pengertian modern selalu dihubungkan dengan Eropa, terutama sekali Eropa Barat, dan jaman modern adalah jaman yang coraknya di tentukan oleh pengaruh-pengaruh Eropa Barat itulah. Dari ikhtisiar sejarah dapat kita ketahui, bahwa bangsa kita telah sejak kira-kira tahun 1600 berhubungan dan berpendapat dengan bangsa-bangsa Barat, namun baru sekitar tahun 1900-lah kita menginjak zaman modern. Hal ini disebabkan karena bangsa Eropa sendiri baru dalam abad ke-19-lah menjadi modern, sedangkan pengaruh mereka pun baru sejak itu secara langsung terasa meresapi jiwa Indonesia.[5]

2.2.  Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Budaya Indonesia
Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan Globalisasi berasal dari kata global atau globe (globe adalah bola dunia: global adalah mendunia), berdasarkan akar katanya tersebut dapat diartikan globalisasi sebagai suatu proses masuk lingkungan dunia.
Saat memasuki zaman modern seperti ini, tampaknya arus modernisasi dan globalisasi tidak akan dapat dihindari oleh negara-negara di dunia dalam berbagai aspek kehidupannya. Menolak dan menghindari modernisasi dan globalisasi sama artinya dengan mengucilkan diri dari masyarakat Internasional. Kondisi ini tentu akan menyulitkan negara tersebut dalam menjalin hubungan dengan negara lain. Berbagai tanggapan dan kecenderungan perilaku masyarakat dalam menghadapi arus modernisasi dan globalisasi.
Suatu kemajuan akan menghasilkan dampak positif dan negatif. Hal ini harus dapat disadari betul agar dapat meminimalkan dampak negatif yang merugikan serta memaksimalkan dampak positif yang menguntungkan. Berikut adalah dampak postif dan negatif Modernisasi dan Globalisasi terhadap Budaya Indonesia :

1)   Akibat Positif Modernisasi dan Globalisasi :

Ø Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional[6].
Ø Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berkpikir lebih maju.
Ø Tingkat kehidupan yang lebih baik
Dibukanya industri yang dapat dan menghasilkan memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih, ini merupakan salah satu usaha mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2)   Akibat Negatif Modernisasi dan Globalisasi :

Ø Munculnya guncangan kebudayaan
Umumnya dialami oleh golongan tua yang terkejut karena melihat adanya perubahan budaya yang dilakukan oleh para generasi muda. Guncangan sosial dapat diartikan sebagai ketidaksukaan unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan suatu pola yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat yang belum siap menerima perubahan-perubahan yang terjadi maka akan timbul guncangan dalam kehidupan sosial dan budaya yang mengakibatkan seorang individu menjadi tertinggal. Dan bisa menyebabkan prilaku-prilaku yang menyimpang.



Ø Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan  masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
Ø Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
Ø Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan hal-hal yang lainnya.
Ø Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu yang lain, hal ini dapat menimbulkan keesenjangan sosial.[7]


2.3.   Kolaborasi Budaya Asli dan Budaya Modern
Seiring dengan perkembangan zaman kebudayaan Indonesia sudah semakin luntur dengan banyaknya budaya-budaya dari luar yang sangat cepat dan mudah masuk ke Indonesia. Bahkan beberapa anak muda di Indonesia ada yang tidak tahu akan lagu daerahnya sendiri, tidak heran kalau terjadi insiden beberapa kebudayaan Indonesia “dicuri” oleh bangsa tetangga (Malaysia). Ini menjadi sebuah cambukan keras bagi masyarakat Indonesia untuk lebih melestarikan lagi kebudayaan Indonesia. Kita jangan hanya menghujat mereka yang “mencuri” kebudayaan kita, kita juga harus berintropeksi apa saja penyebab semua kejadian ini bisa terjadi. Pemerintah yang kurang tanggap dan berkesan diam saja serta mengalah terhadap masalah hak paten, dan juga anak-anak muda Indonesia yang kurang peduli akan kebudayaan Indonesia sendiri. Itu adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama.
Anak muda di Indonesia rata-rata lebih menyukai budaya-budaya negeri lain yang modern dan tidak kuno. Ini dikarenakan budaya Indonesia yang sudah sejak lama terkesan kuno dan terlihat membosankan. Maka dari itu perlu adanya improvisasi terhadap budaya-budaya Indonesia yang dapat disesuaikan dan dikolaborasikan dengan perkembangan zaman saat ini tanpa menghilangkan keindahan ataupun makna dari budaya asli Indonesai tersebut. Contohnya musik tradisional yang dikolaborasikan dengan musik jazz atau pop, atau pakaian masa kini dengan corak-corak batik di beberapa bahannya, cerita pewayangan yang dijadikan film. Semua bisa dilakukan asal ada yang mau melakukan, dengan begini kita masih bisa melestarikan budaya-budaya Indonesia ditengah proses globalisasi yang ada saat ini.[8]
Disisi lain kita tahu juga bahwa orang-orang luar negri banyak juga yang berdatangan ke Indonesia untuk menikmati wisata-wisata alam Indonesia dan mempelajari kebudayaan, bahkan ada yang sampai jatuh cinta dengan budaya Indonesai, seharusnya sebagai warga Negara Indonesia kita malu dengan keadaan ini. Orang lain yang justru bukan sama sekali berkewarganegaraan Indonesia, tapi mereka ingin mendalami kebudayaan Indonesia, sedangkan warga Negara Indonesia sendiri masih ada yang tidak tahu menahu dan malu akan kebudayaan Indonesia sendiri.
Hal seperti ini bila dibiarkan akan menjadi masalah besar yang ujungnya bisa-bisa membuat kita malu sendiri sebagai bangsa Indonesia. Malu bila orang-orang asing yang justru lebih tahu mendalam akan budaya-budaya Indonesia, malu bila orang-orang asing yang justru bisa mengelola budaya-budaya Indonesia menjadi suatu yang berharga, malu bila orang-orang asing yang justru dapat membuahkan hasil dari kebudayaan Indonesia. Padahal bila kita jeli, kebudayaan Indonesia yang sangat indah ini juga bisa kita manfaatkan sendiri untuk penghasilan negara.
Begitu juga dengan acara televisi pada zaman sekarang ini, sungguh  besar pengaruhnya terhadap masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia menonton televisi, maka televisi berperan sangat penting untuk mendidik masyarakat dan memberikan informasi kepada masyarakat. Sayangnya acara televisi pada saat ini masih ada saja yang tidak baik mendidik masyarakat, bukannya mendidik malah bisa menghancurkan moral masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini kita membicarakan tentang pelestarian budaya Indonesia. Seharusnya ada acara-acara di televisi yang menayangkan dan mengajarkan tentang kebudayaan Indonesia, tentunya dengan format yang fresh dan disukai masyarakat. Seperti acara petualangan seorang reporter yang masuk ke beberapa pedalaman di Indonesia dan mencari tahu tentang budaya disana, atau dengan membuat film yang naskahnya berdasarkan legenda-legenda di Indonesia.
Dengan begini masyarakat Indonesia dapat mengetahui mana saja budaya asli Indonesia, karena televisi adalah media penyebaran informasi terbesar saat ini. Masalah yang dihadapi adalah orang-orang yang sadar bahwa kita harus melestarikan budaya Indonesia masih terbilang sedikit. Tenaga yang di perlukan untuk menyadarkan masyarakat Indonesia agar sadar terhadap pelestarian budaya Indonesia belum begitu cukup. Pemerintah sebagai pusat kekuasaan tertinggi seharusnya ikut serta dan memberi perhatian lebih dalam hal ini. Dan dengan keberadaan internet serta teknologi yang canggih kita seharusnya bisa membuat seluruh masyarakat Indonesia sadar dalam pelestarian budaya Indonesia, terutama para remaja karena mereka adalah generasi penerus dan pembawa perubahan serta yang masih memiliki semangat yang tinggi. Dengan harapan, nantinya akan banyak bermunculan pengusaha-pengusaha pakaian batik kontemporer, band-band yang memainkan musik tradisional yang dibalut musik modern, dan tayangan-tayangan televisi yang mendidik serta memberi informasi tentang budaya-budaya Indonesia. Sehingga budaya asli Indoensia tetap terjaga kelestariannya.

2.4.  Dampak Kebudayaan Luar Terhadap Kebudayaan Indonesia
Budaya merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang. Setiap negara memiliki kebudayaan yang beragam. Indonesia adalah Negara yang sangat beragam kebudayaannya, tetapi kebudayaan lokal sudah dicampur adukkan oleh budaya asing. Banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi akibat dari masuknya budaya asing ke dalam negeri. Biasanya, yang mudah terpengaruh adalah generasi muda di mana mereka menganggap bahwa budaya lokal adalah budaya yang ketinggalan zaman. Hal ini lama kelamaan akan mematikan budaya lokal yang seharusnya kita lestarikan.[9]
Budaya barat memang sudah menguasai peradaban dunia. Semua hal sudah didominasi oleh budaya barat, namun memang tidak semua budaya barat memberikan dampak negatif terhadap budaya lokal. Sebagai contoh peran budaya asing terhadap ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan dapat menjadikan kita sebagai warga Negara yang beretika dan mengetahui apa yang harus kita lakukan terhadap warisan budaya dari nenek moyang yang sudah mendarah daging. Dan dampak negatifnya adalah apabila kebudayaan baru tidak disaring terlebih dahulu tetapi diterima secara mentah oleh masyarakat karena minimnya pengetahuan masyarakat kita dibanding mereka yang berasal dari negara maju, akibatnya budaya asli masyarakat mengalami keburukan yang luar biasa.
Kemajuan pemikiran mereka bila dipandang dari segi teknologi, memang sangat membantu kita kepada kemudahan-kemudahan hidup. Tetapi dengan kemudahan-kemudahan itu, barat juga memasuki unsur pengrusakan budaya-budaya suatu negeri dengan kebudayaan mereka.
Berikut sekilas pengaruh kebudayaan luar negeri, khususnya kebudayaan barat terhadap kebudayaan dalam negeri :
Ø Sebelum budaya asing bebas memasuki Indonesia, masyarakat Indonesia hidup berladaskan norma-norma kesusilaan tetapi sekarang di saat budaya lokal sangat mudah memasuki Indonesia, kebudayaan asli Indonesia lama-lama terkiks dan hampir punah. Satu contoh adalah busana wanita yang sekarang menjadi trend dengan desain yang cenderung menampilkan bagian tubuh wanita yang seharusnya ditutupi, itu merupakan akibat dari penjajahan budaya barat. Seperti ajang pemilihan Miss Universe yang mengharuskan wakil dari Negara kita mengikuti trand budaya barat yang mengenakan busana terbuka.

Ø Contoh lain adalah gaya pergaulan dari remaja-remaja sekarang yang mengikuti trend budaya barat, tidak sedikit remaja yang salah dalam pergaulan, entah itu salah dalam memilih teman ataupun memang kurangnya pengetahuan norma-norma agama yang dibekali oleh orang tuanya. Hal ini sudah menjadi biasa bagi masyarakat Indonesia. Apalagi kaum remaja paling rentan untuk menerima budaya asing yang bersifat negatif, yang seharusnya mereka menjadi regenerasi, tetapi mereka malah menghancurkan masa depan mereka dengan tujuan untuk gaya modern.
Bagaimana kita harus bangga terhadap budaya sendiri, bagaimana menjaga norma-norma agama agar jadi ciri khas bangsa kita. Untuk apa kita mengikuti budaya asing kalau hanya mendapatkan dampak negatif. Sebaiknya saringlah terlebih dahulu budaya-budaya asing yang masuk di dalam budaya bangsa kita.
Sebenarnya semua kebudayaan di Indonesia itu tidak ada yang kurang atau yang lebih tinggi. Kita semua bertolak dari suatu titik yang sama menghadapi zaman modern ini dengan potensi serta kecepatan yang sama, membangun ke arah suatu bangsa yang kuat dan sentosa, yang beraneka ragam, tetapi tetap bersatu.[10]


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Manusia dan kebudayaan tidak bisa dilepaskan karena kebudayaan bisa menceritakan sejarah manusia, kebudayaan juga bisa menceritakan peradaban manusia. Secara kronologis perkembangan kebudayaan (budaya) Indonesia ditandai dengan masuknya budaya luar ke Indonesia. Dimana budaya-budaya tersebut mampu memperkaya budaya kita, akan tetapi tidak semua budaya luar itu baik dan tidak pula semua jelek. Dampak baik diantaranya akan bertambahnya wawasan budaya dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang dihasilkan negara-negara maju. Dampak jeleknya terkadang menganggap bahwa luar lebih bagus daripada budaya sendiri. Sehingga tidak sedikit banyak generasi muda yang terjebak dalam pergaulan bebas.
Pada era modern (era globalisasi) masuknya budaya luar lebih kompleks lagi disebabkan karena kemajuan teknologi informatika yang semakin maju. Hal ini perlu penyaringan yang ketat dalam menyikapi budaya yang masuk. Jangan sampai budaya yang sudah terlahir dari nenek moyang akan hilang hanya karna pengaruh budaya luar.

3.2. Saran
Sebagai masyarakat Indonesia yang cinta dengan tanah air dan memiliki jiwa Nasionalisme, hendaklah kita lebih jeli dan selektif dalam menyikapi budaya luar yang masuk ke dalam budaya kita karena pengaruh tersebut akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan budaya kita, baik budaya positif maupun  negatif serta menghilangkan anggapan bahwa budaya luar lebih baik dari budaya sendiri dan mampu melestarikan budaya yang telah diturunkan oleh nenek moyang kita.


DAFTAR PUSTAKA


Koentjaraningrat. 1986. “Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia”. Jakarta: Djambatan.

Liliweri, Alo. 2002. “Makna Budaya Dalam Komunkasi Antar Budaya”. Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara.

Sapriya, H. 2009. “Konsep Dasar IPS”. Bandung: UPI Press.

Soekmono, R. 2006. “Pengatar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3”. Jakarta: Kanisius.










[1] Alo liliweri, “Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya”, (Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara, 2002), h. 8.
[4] H. Sapriya, dkk, “Konsep Dasar IPS”, (Bandung: UPI Press, 2009), ha.15.
[5] R. Soekmono, “Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 3”, (Jakarta: Kanisius, 2006), h. 110.
[6] Rasional menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia di definisikan sebagai sesuatu yang menurut pikiran dan pertimbangan yang logis atau menurut pikiran yang sehat atau cocok dengan akal. sedangkan Irasional dalam definisinya di jabarkan sebagai sesuatu yang tidak berdasarkan akal atau penalaran yang sehat atau ukuran lain di luar ukuran akal.
[10] Koentjaraningrat, “Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia”, (Jakarta: Djambatan, 1982), h. 34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar